Pastikan Memilih Jenis Font Yang Tepat

Dalam dokumen, jenis font bisa beragam, bisa dikombinasikan, namun fungsi paling utamanya tentu adalah readability, keterbacaan. Jika sulit dibaca, maka fungsi dari dokumen itu hilang. Studi kasus ini melihat ke Annual Report dari Sucofindo. Dari desain layout secara umum, termasuk warna dan grafik yang digunakan, tidak ada masalah. Masalah terbesar adalah jenis font yang digunakan, thin condesed. kemungkinan FF DIN Std Condensed Regular. Perhatikan isi halamannya di bawah ini.

Bagian judul, Program Orientasi Direksi dan terjemah Inggrisnya, dapat dibaca dengan mudah. Tapi, isi teks di bawahnya, yang banyak, lebih sulit dibaca. Teks yang terlalu ramping, apalagi bahasa Inggrisnya yang memiliki kontras rendah dengan latar putih, membuatnya sulit dibaca.

Di layar ini, mungkin lebih mudah dibaca karena ukurannya besar. Bayangkan jika sudah dicetak. Paling-paling ukurannya A4 atau F4. Gambar di bawah kira-kira setara dengan di halaman aslinya. Setelah dicetak, teks akan lebih jelas, tidak pecah-pecah seperti ini. Tapi, saya tidak yakin teks jadi lebih mudah dibaca.

Jenis font ramping, thin condensed, tidak jadi masalah jika pendek dan tidak memiliki peran terlalu penting. Misalnya, di nomor halaman dan footer. Pembaca tidak akan ada yang membaca nomor halaman dan footer setiap buka halaman baru kan? Bahkan, footer dan nomor tidak boleh terlalu menonjol sehingga distracting (mengalihkan) perhatian pembaca dari konten utamanya, teks di dalam.
Terlalu banyak font ramping, tidak bagus hasilnya. Namun, dapat ditolerir untuk teks pendek seperti ini.
Perhatikan bagaimana footer yang menggunakan font biasa, bukan condensed, tidak bermasalah.

Apakah ini bisa dibaca di versi cetak? Ini ukuran di layar dengan perbesaran. Perhatikan bahasa Inggris-nya. Hampir tidak ada kontras dengan latar. Teksnya pun sangat tipis. Bisa dibaca?

Dengan latar gelap seperti di bawah, teks kecil dan tipis. Apa bisa dibaca?

Bukan berarti kombinasi warnanya buruk. Untuk kutipan ini, dapat dibaca dengan jelas. Sekali lagi, font yang digunakan bukan condensed, ukurannya besar dan teksnya juga tidak panjang.

Kesimpulannya, function over design. Fungsi tetap harus diutamakan. Walaupun terlihat bagus, tapi fungsinya terganggu, jangan digunakan.

Perhatikan rambu di bawah ini. Bukan desain paling indah di dunia, tapi sempurna. Dapat dipahami dengan jelas, dapat dilihat dari jauh, dan tidak ada kesan ambigu. Desain ini akan bertahan selamanya.



Comments

Popular posts from this blog

Menggambar Mobil Style Flat dengan Adobe Illustrator

Membuat Pin dengan Photoshop

Teknik Profesional Menghaluskan Kulit di Photoshop