Review Resize Gambar dengan Topaz Gigapixel AI vs Photoshop

Artikel ini berisi review produk Topaz Gigapixel AI. Penulis tidak memperoleh keuntungan apa pun dari Topaz. Tulisan ini tidak disponsori dan hasilnya murni pendapat penulis tanpa intervensi pihak mana pun.

Jika Anda sudah terbiasa dengan Photoshop, pasti kenal dengan perintah Image Size untuk mengubah ukuran gambar. Yang dibahas di sini adalah mengubah ukuran gambar dalam artian resample, yaitu mengubah dimensi pixel gambar, bukan sebatas mengubah ukuran cetak gambar. Dengan mengubah dimensi gambar, artinya ada pixel yang dibuang --jika memperkecil-- atau ditambah --jika memperbesar.

Image Size di Photoshop

Memperkecil gambar tidak jadi masalah bagi Photoshop. Intinya, Photoshop cukup memikirkan pixel mana saja yang diperlukan dan membuang yang dianggap tidak perlu. Memperbesar gambar, ini jadi masalah. Untuk memperbesar gambar, kita harus menambahkan informasi berupa pixel. Ini sesuatu yang jelas sulit. Misalnya, gambar kecil berisi sebuah halaman buku. Dalam ukuran aslinya, isi halaman buku tidak terbaca. Jika diperbesar, artinya kita harus menambahkan pixel untuk membentuk isi halaman buku tersebut. Tentu saja ini tidak mungkin dilakukan. Kasus lebih umum adalah memperbesar foto untuk dicetak di ukuran besar. Pasti hasilnya akan muncul artefak-artefak, yaitu pixel buram pada gambar. Wajar saja. Seperti tadi dikatakan, tidak mudah untuk menambah informasi yang tidak ada. Photoshop harus menebak-nebak informasi yang harus ditambahkan dan tebakannya belum tentu benar.

Note: Itu sebabnya jangan percaya film-film CSI yang cukup zoom lalu wajah penjahatnya ketemu, jelas lagi. Stupid!

Photoshop bisa memperbesar gambar, tentu saja. Tapi, pasti ada limitasinya. Nah, ada software yang mengklaim bisa memperbesar gambar lebih baik dari Photoshop. Namanya Topaz Gigapixel seharga 99,99 USD. Topaz, perusahaan pembuatnya, mengklaim bahwa software ini bisa menghasilkan foto hasil perbesaran yang lebih bagus daripada Photoshop. Mereka sudah melatih software ini dengan kecerdasan buatan untuk mempelajari jutaan sehingga bisa memberikan tebakan yang lebih akurat. Kata mereka....

Software ini membutuhkan space 1,5 GB, cukup besar. Anda bisa memperoleh versi trialnya di situs mereka. Anda bisa mencoba software ini gratis selama 30 hari.

Butuh 1,5 GB space.
Anda harus daftar dengan email untuk memakainya.

Daftar dulu.

Test gratis 30 hari.

Skeptis.
Perlu diketahui bahwa saya ini tidak begitu suka dengan plug ini atau software tambahan dalam editing gambar. Jika bisa, saya hanya bekerja dengan Photoshop saja. Lebih sedikit program, bagi saya lebih bagus. Makin sederhana makin bagus.

Untuk test ini, saya memakai gambar dari unsplash. Saya pilih dari unsplash karena berkualitas dan ukurannya besar. Kita akan memperkecilnya di Photoshop. Lalu, gambar kecil ini kita perbesar di Topaz dan di Photoshop, lalu kita bandingkan keduanya. Mana di antara keduanya yang lebih superior dan jika memang Topaz benar lebih bagus sebagaimana klaimnya layakkah membelinya?
Foto dari Unsplash.

Di gambar asli ini, perhatikan detail di mata dan rambutnya. Perhatikan bahwa semua lembaran rambut dan juga bulu matanya terlihat jelas. Kita jadikan ini panduan dalam mengukur gambar hasil perbesaran kedua software.

Detail mata perlu diperhatikan.
Untuk memperkecil gambar, kita pakai perintah Image Size di Photoshop. Dari ukuran lebar 3000 lebih pixel diubah jadi 500 pixel. Diperkecil 1/6 aslinya.

Aslinya lebar 3000 pixels lebih.

Perkecil ke lebar 500 pixel.
Ini adalah tampilan gambar setelah diperkecil dan diperbesar tampilannya hingga 5 kali lipat. Perhatikan bahwa sekarang detail lembaran rambut dan bulu matanya hilang.
Setelah diperkecil.
Gambar test disimpan di format JPEG dengan setting High.


Pilihan save gambar.
Masih dengan Photoshop, gambar diubah kembali ukurannya ke semula. Perintah yang digunakan standar, yaitu Image Size. Dengan ukuran ini, artinya kita memperbesar gambar lebih dari 600%.

Dikembalikan ke ukuran semula di Photoshop.


Perhatikan ini gambar aslinya.

Gambar asli.
Hasil perbesaran 6x di Photoshop.

Perbesaran 6x di Photoshop.
Sekarang kita coba perbesaran di Topaz Gigapixel. Software ini cukup sederhana. Cukup buka file yang akan diedit lalu pilih perbesarannya. Interfacenya juga cukup straight forward, ditunjukkan gambar asli dan preview hasilnya.

Antar mukanya sederhana.

Perbesaran di sini menggunakan ukuran yang sama seperti di Photoshop.

Pilih ukuran perbesaran.

Tunggu proses perbesaran sampai selesai. Prosesnya lebih lama dari Photoshop.

Tunggu dulu.

Sekarang, bandingkan tiga gambar di sini. Teratas gambar asli, kedua Photoshop, ketiga Topaz.

Gambar asli.

Hasil perbesaran di Photoshop.

Hasil perbesaran di Gigapixel.

Gambar asli.

Hasil perbesaran di Photoshop.

Hasil perbesaran di Gigapixel.

Gambar asli.

Hasil perbesaran di Photoshop.

Hasil perbesaran di Gigapixel.
Dengan melihat detail pada helaian rambut dan bulu mata, kita lihat bahwa hasil perbesaran di Topaz lebih bagus. Kontras di Topaz juga lebih bagus. Bisa dilihat dari teks pada kaos di gambar terakhir. Tapi, kontras ini bisa ditambahkan juga sebetulnya di Photoshop setelah proses perbesaran gambar.

Jadi, menurut saya hasil perbesaran Topaz memang terbukti lebih bagus dari Image Size di Photoshop. Tapi, tidak logis jika hanya untuk ini sampai membeli (atau ehem... ehem... membajak) Topaz. Keunggulan hasilnya tidak signifikan. Selain itu, test ini memang memperbesar 6x lipat. Kemungkinan besar, kita tidak akan memperbesar gambar sampai seekstrem ini.

Jika memang sangat membutuhkan perbesaran gambar berkualitas, misalnya untuk fotografer yang menjual hasil cetak foto dalam ukuran jumbo, Topaz Gigapixel memang layak. Tapi, untuk penggunaan umum, cukup dengan Image Size saja.

Popular Posts