Review Photoshop CS6 Beta

Selama hampir seminggu ini saya telah mencoba menjajal kemampuan Photoshop CS6 Beta dan menemukan banyak fitur menarik, fitur biasa saja, dan beberapa fitur yang sama sekali tidak ada gunanya --setidaknya bagi saya.

Di artikel ini, saya mencoba berbagi pengalaman itu dengan Anda. Perlu diingat bahwa review ini subjektif --saya fokus pada menggambar dan mendesain interface-- sehingga mungkin sekali berbeda dengan keperluan Anda.

Installasi


Untuk saat ini, Photoshop CS6 Beta masih tersedia gratis di Adobe Labs. Proses instalasinya tidak rumit. Pilih Trial di bagian awal kotak installasi dan pastikan komputer Anda tersambung ke internet. Anda harus memiliki Adobe ID untuk bisa mengaktifkan Photoshop CS6 Beta yang bisa dibuat dengan mudah ketika proses instalasi. Jika tidak mau membagi alamat email, Anda bisa menggunakan email khusus spam dari mailinator. Anda harus memiliki Adobe ID untuk mengaktifkan Photoshop.

review-ps-cs6-01review-ps-cs6-02

Interface


Hal pertama yang langsung Anda kenali adalah perubahan interface Photoshop. Interface ini lebih gelap dengan tampilan User Interface yang lebih konsisten.

Secara teoritis, interface gelap cenderung membuat tampilan gambar yang dibuka di Photoshop lebih terang. Tapi dilihat dari usabilitas, interface gelap lebih memudahkan pengguna fokus pada gambar.
review-ps-cs6-03.jpg
Interface baru.



Ada empat pilihan warna interface yang bisa digunakan di Photoshop CS6 Beta. Pilihan ini tersedia di kotak dialog Preferences (Ctrl + K). Saya pribadi lebih menyukai interface paling gelap karena itu membantu saya lebih fokus pada gambar.
review-ps-cs6-04.jpg
Empat pilihan warna interface.

review-ps-cs6-05.jpg
Pilihan warna interface tersedia di Preferences (Ctrl + K).

Perbaikan Fungsi Vektor


Saya banyak menggambar objek dengan fungsi vektor di Photoshop. Saya juga sering kali membuat desain interface di Photoshop. Oleh karena itu, perbaikan di bagian ini sangat dinantikan. Sepertinya Adobe mulai menyadari bahwa banyak orang sangat terikat pada Photoshop dan sulit untuk beralih ke program khusus vektor semacam Illustrator atau Firework. Di Photoshop CS6 Beta, semua tool vektor secara otomatis akan menempel tepat pada pixel, sehingga tidak akan ada lagi setengah pixel yang sangat memusingkan para desainer interface.

Anda mungkin masih ingat bahwa beberapa waktu lalu saya sempat menulis tutorial konyol cara membuat garis vektor 1 px dengan belasan langkah. Di Photoshop CS6 Beta, tutorial itu tidak lagi diperlukan karena garis 1 px akan benar-benar 1 px. Fungsi ini secara default muncul di setiap tool vektor, termasuk tool Ellips, bahkan tool Direct Selection.
review-ps-cs6-06.jpg
Lingkaran sempurna di Photoshop, akhirnya!

Dalam projek yang akan datang untuk Psdtuts+, saya akan memperlihatkan cara pembuatan grafik garis hanya menggunakan Photoshop. Ini mustahil dilakukan di Photoshop sebelumnya.
review-ps-cs6-07.jpg
Grafik garis dibuat di Photoshop CS6.

Fitur vektor snapping ini masih bisa dimatikan di panel Preferences. Walaupun begitu, saya tidak yakin ada yang mau melakukannya.
review-ps-cs6-08.jpg
Pilihan Vector Snapping di Preferences.

Pembuatan shape bisa menggunakan kotak dialog seperti di Illustrator untuk ukuran yang lebih akurat. Anda cukup klik pada kanvas untuk memunculkan kotak dialog.
review-ps-cs6-31.jpg

Kotak dialog pembuatan shape persegi.

Paragraph Styles dan Character Styles


Ini adalah fitur yang dipinjam dari Adobe InDesign. Dengan fitur ini, Anda bisa mengaplikasikan styles pada paragraf atau karakter sehingga Anda cukup mengubah style untuk seluruh dokumen. Fitur ini berguna bagi para desainer web.

Dalam gambar di bawah, ketiga menu samping menggunakan character styles Sidebar Menu -normal.

review-ps-cs6-11.jpg

Hanya dengan mengubah properti character styles itu, saya bisa mengubah tampilan semua menu dalam dokumen.

review-ps-cs6-12.jpg

Pengaturan Layer


Dalam setiap versi baru, biasanya Adobe banyak fokus pada penambahan fitur baru sehingga Photoshop semakin terkesan bloated, gemuk dengan terlalu banyak fungsi tidak penting. Kali ini, Adobe banyak memfokuskan diri pada perbaikan usabilitas fungsi dasar sehingga Photoshop lebih mudah digunakan. Salah satunya dalam fungsi Layer.

Pencarian Layer


Di Photoshop CS6, kita bisa menyortir layer berdasarkan jenis, nama, blend mode, dan lain-lain. Ini jelas sangat membantu karena satu gambar biasanya minimal terdiri dari ratusan layer.

review-ps-cs6-13.jpg

Dalam gambar di bawah, saya mencari layer bernama 1 px line.

review-ps-cs6-14.jpg

Clipping Mask Pada Group


Di CS6, clipping mask bisa dilakukan terhadap group. Ini akan membuat pengaturan layer lebih sederhana dan membuka peluang untuk membuat kombinasi layer yang lebih luas.

review-ps-cs6-15.jpg

Layer Styles pada Group


Saya adalah penggemar berat layer styles dan menggunakannya di hampir semua gambar. Kini, layer styles bisa diaplikasikan pada group. Artinya kita bisa menambahkan layer styles pada layer-layer yang juga telah memiliki layer styles! Terdengar sangat hebat.

review-ps-cs6-16.jpg

0 + 0 dan Shift + 0 + 0 untuk Nol Opacity dan Fill


Sejak lama kita bisa menggunakan 4 dan 5 untuk mengatur Opacity 45% dan Shift + 4 dan 5 untuk Fill 45%. Tapi tidak ada shortcut untuk mengubah Fill dan Opacity ke 0%. Di CS6 kita bisa menggunakan shortcut 0 + 0 dan Shift + 0 + 0.

review-ps-cs6-17.jpg

Info di Dekat Kursor


Setiap kali melakukan transformasi akan muncul kotak info yang berisi posisi atau sudut transformasi. Ini jauh lebih mudah daripada membuka panel Info.

review-ps-cs6-18.jpg

Penamaan Shape Lebih Baik


Sebelumnya, semua layer vektor shape baru akan otomatis diberi nama Shape 1, Shape 2, dan seterusnya. Di Photoshop CS6, namanya akan mengikuti bentuk shape seperti Ellipse 1 atau Polygon 1, dan seterusnya.

review-ps-cs6-19.jpg

Penggunaan Tab Untuk Mengganti Nama Layer


Ubah nama layer lalu tekan Tab untuk secara otomatis beralih ke nama layer di bawahnya.

review-ps-cs6-20.jpg

Ctrl + J Menduplikasi Layer dan Group


Sekarang Anda bisa menduplikasi group dan beberapa layer dengan menekan Ctrl + J di Photoshop CS6. Fitur yang sangat memudahkan. Saya sudah memimpikan ini sejak lama.

review-ps-cs6-21.jpg

Tool Crop


Tool Crop belum pernah mengalami perubahan sejak Photoshop 5. Di CS6, tool Crop berubah drastis. Bingkai Crop akan relatif pada posisi yang sama untuk memperlihatkan hasil akhir, yang bergerak adalah gambar yang akan dipotong.

Dalam gambar di bawah, saya mencoba memutar bingkai Crop dan terlihat bahwa gambarnya yang berputar.

review-ps-cs6-22.jpg

Penambahan Lorem Ipsum ke Dalam Kotak Teks


Satu lagi fitur dari InDesign, yaitu penambahan Lorem Ipsum ke dalam kotak teks. Ini akan berguna bagi para desainer web yang butuh teks untuk mengisi layout-nya.

review-ps-cs6-23.jpg

Menyimpan Otomatis dan Menyimpan di Belakang


Salah satu saat paling memusingkan adalah ketika Photoshop crash dan Anda belum menyimpan file yang sedang dikerjakan. Fitur ini telah diminta banyak pengguna Photoshop sejak lama. Mulai CS6, Photoshop akan secara otomatis menyimpan file setiap beberapa menit.

review-ps-cs6-24.jpg
Jarak waktu penyimpanan otomatis ada di panel Preferences.

Penyimpanan file dilakukan di latar tanpa membuat Photoshop terhenti. Anda bisa terus mengedit ketika Photoshop sedang menyimpan file.

review-ps-cs6-25.jpg

Fitur 3D


Fitur 3D di CS6 diklaim telah mengalami perbaikan dengan hasil render yang lebih bagus. Saya tidak bisa berkomentar banyak karena saya sama sekali tidak pernah menggunakan fitur ini.

review-ps-cs6-26.jpg
Hasil ekstrude teks.

Performa Lebih Cepat


Menurut beberapa artikel, performa Photoshop di beberapa fitur seperti Liquify kini lebih cepat. Di versi sebelumnya, sapuan brush tidak tampil secara langsung tapi ada jeda beberapa detik.

Sayangnya, saya tidak bisa mencoba ini karena ternyata tampilan gambar di jendela Liquify saya rusak. Bisa jadi ini bug karena tidak sesuai dengan VGA yang digunakan.

review-ps-cs6-28review-ps-cs6-27
Liquify gagal berjalan di komputer saya.

Klaim perbaikan performa ini masih perlu dikritisi. Ketika saya mencoba mengedit file PSD berukuran 100 MB, pengerjaannya sangat lambat. Bisa jadi, perbaikan performa hanya terasa untuk komputer dengan spesifikasi lebih tinggi. Sekadar informasi, saat ini saya menggunakan AMD Phenom II X4 955 (3,20 GHz), Memori 4 GB, dan ATI Radeon HD 5670, dengan OS Windows 7 64 bit.

Tambahan Beberapa Filter Baru


Saya bukan pecinta filter --kecuali Blur tentunya-- karena menurut saya filter membuat hasil gambar terlihat amatir, seperti buatan anak kecil.

Oil Paint


Salah satu filter baru di Photoshop CS6 adalah Oil Paint yang ditujukan untuk memberi efek lukisan pada foto.

review-ps-cs6-29.jpg

Tilt Blur


Photoshop CS6 juga memiliki beberapa filter blur baru. Salah satunya adalah Tilt Blur untuk memberi efek miniatur.

review-ps-cs6-30.jpg
Source gambar

Menurut saya, fitur ini tidak akan begitu berpengaruh bagi kebanyakan pengguna Photoshop. Photoshop sudah dikenal sebagai program bagi professional, bukan editor gambar praktis. Saya bahkan tidak yakin masih ada pengguna professional yang tertarik dengan filter Photoshop.

Kesimpulan


Secara umum, saya terkesan dengan Photoshop CS6 Beta. Yang paling saya sukai adalah perbaikan fungsi vektor dan usabilitas (kemudahan penggunaan) interface. Sementara tambahan filter baru menurut saya adalah sesuatu yang sia-sia. Saat ini Photoshop CS6 Beta masih gratis. Jadi, selagi masih ada waktu besenang-senanglah dengannya.