Berapa Banyak Kesempatan Yang Kita Lewatkan?


joshua-bell-1.jpg

Pada tanggal 17 Januari 2007 seorang pemuda biasa dengan t-shirt berlengan panjang dan sebuah topi baseball berdiri di depan salah satu dinding Stasiun Metro Washington DC. Dia membuka tasnya yang berisi sebuah biola dan mengisinya dengan beberapa dollar dan uang receh kemudian menghadapkannya pada para pejalan kaki.

Dimulai dari jam 7:51 pagi, selama 43 menit pemuda itu memainkan enam lagu klasik. Selama itu, 1.097 pejalan kaki melewatinya dan kebanyakan tidak memperhatikannya sama sekali. Beberapa orang menyempatkan diri untuk berhenti dan memperhatikan sang pemuda.



Sebagian memberinya beberapa dollar dan uang receh sambil lewat tanpa menengoknya sama sekali. Dalam 43 menit itu, sang pemuda berhasil mengumpulkan $32,17.
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=UM21gPmkDpI]


Di antara 1.097 pejalan kaki itu, hanya seorang yang bisa mengenali sang pemuda. Pemuda itu adalah Joshua Bell, salah satu pebiola terbaik di zaman ini dan pemenang Grammy Award. Tiga hari sebelum konser solonya di Stasiun Metro, Joshua tampil di Symphony Hall di Boston dengan harga tiket $100. Di Stasiun Metro, Joshua memainkan enam lagu klasik yang sangat rumit. Sebagaimana pertunjukannya yang lain, Joshua menggunakan biola terbaiknya yang berharga $3,5 juta.

Konser di Stasiun Metro ini adalah bagian dari eksperimen yang dilakukan kolumnis Washington Post, Gene Weingarten. Untuk tulisannya tentang eksperimen ini, Weingarten memperoleh Pulitzer 2008.

Meraih Kesempatan


Pesan moral dari kisah ini adalah berapa banyak kesempatan yang kita lewatkan dalam kehidupan ini? Dari 1.097 pejalan kaki, sebagian besar tidak mempedulikan bahwa saat itu berdiri seorang musisi jenius, memainkan lagu-lagu terbaik, dengan biola seharga $3,5 juta.

Di industri desain saat ini, ada banyak lahan yang siap menunggu untuk digarap. Internet yang semakin murah dan cepat membuat kita --secara teori-- mampu bersaing di seluruh dunia. Klien potensial kita tidak lagi terbatas pada komunitas lokal tapi juga --secara teori-- seluruh belahan dunia. Kita tidak lagi terbatasi oleh minimnya informasi karena --secara teori-- semua tutorial, tips, dan trik desain telah tersedia secara gratis di internet.

Tapi, sering kali, kita hanya menganggap itu semua hanya teori. Kadang kita terlalu pesimis dan berfikir kecil. Kita kadang terlalu sibuk dengan membuat perencanaan dan tidak melakukan hal yang semestinya, yaitu membuat karya terbaik dan memperlihatkannya pada dunia.

Bagaimana Menurut Anda?


Bagaimana menurut Anda tentang kisah ini? Apa saja kesalahan yang membuat kita melewatkan kesempatan yang sebetulnya terbuka di depan mata kita?