Membahas Pencurian Konten Blog

Seperti pekerjaan lainnya, blogging membutuhkan waktu dan energi. Anda perlu mencari berbagai referensi, menyatukannya dengan pendapat pribadi, kemudian merangkainya ke dalam kata-kata dengan susunan yang logis. Tidak mudah memang. Mungkin itu sebabnya ada beberapa pemilik blog --saya tidak akan menyebutnya blogger-- yang memilih mengambil cara mudah, menyalin (copy paste) tulisan blogger lain.

Menyalin memang mudah, Ctrl + A, Ctrl + C, lalu Ctrl + V. Selesai! Anda memperoleh tulisan berkualitas tanpa perlu menghabiskan waktu sama sekali. Tentu saja, ini melanggar asas dasar dari proses pembuatan sebuah karya. Tidak perlu diragukan bahwa menyalin adalah tindakan buruk yang harus dihindari siapa pun, terutama bagi mereka yang mengklaim sebagai penulis atau blogger. Wajar saja jika kita lebih suka menyebutnya pencurian kontent.

[hr]

Kerugian Mencuri Posting Blog



Beberapa bulan lalu, saya bertemu seorang fotografer. Konsep fotografinya unik. Di blognya saya juga menemukan karya-karya yang menarik. Saya bahkan berminat untuk menampilkannya di Desaindigital. Satu hal yang menyebalkan, ada posting salinan dari situs desain Webdesignerdepot. Bagaimana mungkin Desaindigital menampilkan karya seseorang yang tidak menghargai karya orang lain? Jangan heran jika ada blogger lain yang akan berpikir sama. Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.

Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.





Mencuri posting blog berarti Anda tidak menghargai penulis dan proses penulisannya. Sebagai ilustrasi, artikel di DesainDigital biasanya membutuhkan waktu 3-4 jam. Pembuatan tutorial lebih lama lagi, paling cepat 5-6 jam. Menyalinnya begitu saja --tanpa ada kompensasi atau izin-- berarti Anda tidak menghargai waktu, tenaga, dan energi yang dibutuhkan dalam proses penulisannya.

Tindakan seperti ini, jika terus dibiarkan akan membekas ke dalam pikiran Anda. Sedikit demi sedikit Anda akan beranggapan bahwa ini sah-sah saja. Sebagai pelaku, Anda tidak lagi menganggapnya sesuatu yang salah atau memalukan.

[hr]

Kenapa Harus Posting Original?





Belajar Menulis


Tidak semua orang bisa menulis. Ada beberapa orang yang sama sekali tidak bisa mengungkapkan pemikirannya ke dalam tulisan. Berdasarkan pengalaman saya , skill menulis tidak perlu dipelajari. Untuk bisa menulis, Anda tinggal menulis, lalu menulis, lalu terus menulis. Saya biasa membandingkan menulis dengan berlari. Untuk berlari, Anda tidak perlu membaca buku teori lari atau mempelajari algoritma cara berlari. Teori akan membantu Anda berlari lebih baik, namun intinya tetap praktek berlari. Tanpa itu, semua teori akan sia-sia. Jika terbiasa menyalin tulisan blogger lain, Anda tidak akan pernah menjadi penulis yang baik. Anda hanya akan menjadi penyalin yang baik.

Desaindigital adalah tempat saya belajar menulis. Bagi saya, menulis artikel sangat sulit --lebih sulit daripada menulis tutorial. Artikel awal di Desaindigital bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu. Namun, setelah beberapa bulan, menulis artikel menjadi semakin mudah. Sekarang, saya bisa menulis artikel dalam 2 atau 3 jam.

Membantu Anda untuk Memahami Persoalan Rumit


Ketika menyalin, Anda hanya sekadar memindahkan tulisan. Di sana, hampir tidak ada proses belajar yang terjadi. Dengan menulis sendiri, Anda terpaksa mencari referensi untuk bahan penulisan. Tidak cukup sekadar menemukan informasi, Anda pun harus mengolahnya, memilih yang terbaik, dan menghasilkan argumentasi pribadi. Dalam proses ini, Anda tidak hanya menemukan informasi baru, namun Anda juga memperoleh pemahaman baru.

Proses ini saya alami ketika membahas Spec Work di industri desain. Spec Work adalah fenomena baru yang selalu memicu perdebatan. Dalam proses penulisan artikel ini, saya membaca puluhan argumen baik dari pendukung maupun penolak Spec Work. Akhirnya, saya bisa memahami Spec Work secara lebih dalam, bisa mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya, dan berakhir dengan menolak Spec Work.

Memaksa Anda untuk Belajar


Penulis hanya bisa merangkum. Penulis tidak mungkin bisa menulis lebih banyak daripada informasi yang diketahuinya. Itu mustahil. Untuk ilustrasi, kita coba melihat ini dalam bentuk angka. Jika informasi yang diketahui penulis sebesar 100, maka tulisannya tidak mungkin 150. Tulisannya tidak mungkin sama persis 100, karena penulis pasti memfilter informasi yang dimilikinya. Tulisannya paling hanya 80. Yang diperoleh pembaca adalah 80 informasi tadi.



Ketika menulis tutorial Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi, saya sama sekali tidak pernah membuat karya bertema permainan efek cahaya. Ketika itu, saya terlebih dahulu mempelajari teknik manipulasi efek cahaya dari kurang lebih 10 tutorial. Saya juga perlu mencari stock foto yang cocok untuk projek ini. Saya juga membuka arsip lama seniman dengan teknik efek cahaya mengagumkan seperti Tony Ariawan dan Svprmachine. Dalam proses pengerjaannya, saya juga mencoba beberapa teknik seleksi. Melalui tutorial ini, saya belajar banyak teknik baru. Bandingkan dengan pembaca tutorial yang hanya belajar beberapa teknik yang bisa jadi tidak akan berguna jika menggunakan stock foto yang berbeda. Pembaca tidak mengalami proses pencarian panjang yang dilakukan penulis.

Ketika menyalin, Anda jelas tidak menulis, Anda juga belum tentu membaca. Jadi, apa yang bisa Anda pelajari?

Menghasilkan Blog Yang Unik


Semua blog ingin unik dan berbeda dari yang lain. Blog berkualitas mampu memberikan sesuatu yang tidak ada di tempat lain. Itulah alasan utama pengunjung Anda datang. Jika blog Anda hanya sekadar salinan blog lain, maka praktis tidak ada alasan untuk datang. Tentu saja lebih masuk akal untuk datang ke blog pemilik tulisan asli. Artikel asli akan selalu diperbarui oleh pemiliknya. Komentar yang Anda berikan juga dijawab langsung oleh penulisnya.

[hr]

Solusi Mudah Menulis Posting Berkualitas?


Jadi, bagaimana caranya jika kita tidak memiliki banyak waktu namun ingin menghasilkan posting berkualitas? Menulis jelas membutuhkan banyak waktu. Mencari referensi mungkin tidak akan cukup satu atau dua jam. Belajar teknik baru mungkin tidak cukup hanya dari dua atau tiga tutorial saja.

Tidak ada dan tidak akan pernah ada cara mudah untuk membuat tulisan berkualitas. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk menulis, berarti Anda tidak menganggap menulis sebagai sesuatu yang serius. Berhenti saja, cari pekerjaan atau hobi lain yang memang Anda anggap menarik.

[hr]

Kesimpulan


Kita sangat diuntungkan dengan keberadaan internet dan isinya yang beragam. Saat ini, kita bisa memperoleh banyak ilmu dengan gratis. Tidak perlu pendaftaran atau uang muka. Kita tinggal membaca dan mempraktekkannya. Jangan merusak kultur yang sudah baik ini hanya demi recehan dari iklan PPC. Biasakan diri Anda untuk menghargai karya orang lain.