Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya

Domain adalah nama unik yang membedakan sebuah situs dengan situs lain. Ada banyak situs yang menawarkan domain gratis, seperti wordpress atau blogspot. Namun, nama yang dihasilkan --namasitus.wordpress.com-- akan membuat situs Anda terlihat menumpang. Sebaliknya, domain berbayar akan membuat situs Anda unik dan terlihat professional.

[hr]

Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri



1. Professionalisme


Domain sendiri adalah langkah pertama untuk menunjukkan keseriusan Anda eksis di internet. Domain gratis seperti xxx.wordpress.com lebih cocok untuk penggunaan personal atau belajar. Untuk menunjukkan keseriusan, apalagi terkait dengan uang dan professionalisme kerja, domain sendiri adalah sebuah keharusan.

2. Email Personal


Sebagai pemilik domain, Anda juga akan memiliki kebebasan untuk membuat email khusus sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, di buku saya mencantumkan alamat email buku@desaindigital.com. Saya juga memiliki email resmi desaindigital menggunakan nama depan saya sendiri. Alamat seperti ini sulit diperoleh dengan email gratis apalagi jika nama Anda cukup umum, misalnya john@gmail.com.

Email personal juga memastikan identitas Anda. Misalnya, alamat email xxx@desaindigital.com bisa dipastikan berasal dari seseorang yang memiliki kaitan dengan desaindigital.com. Sama halnya, kita juga pasti curiga jika ada informasi PayPal yang berasal dari paypal@yahoo.com. Email gratis seperti komisi8@yahoo.com sangat keterlaluan untuk sebuah institusi professional dan beranggaran besar. Akan lebih meyakinkan jika email yang digunakan adalah komisi8@dpr.go.id.

3. Bebas


Sebagai pemilik domain, Anda bebas untuk mempergunakan situs dengan sedikit sekali batasan. Sementara itu, domain gratis biasanya memiliki batasan, salah satunya melarang penggunaan secara komersil. Sekali pelanggaran bisa menyebabkan domain Anda langsung dihapus.

Domain gratis juga sangat bergantung pada kemampuan pemilik domain utama. Jika perusahaannya bangkrut atau memutuskan untuk menutupnya, terpaksa domain Anda pun akan ikut ditutup. Ini sempat terjadi pada layanan gratis blog Window Live Spaces dari Microsoft.

[hr]

Tips Memilih Nama Domain



1. Sebisa Mungkin .com


Secara umum, .com adalah domain yang paling baik. Bagi kebanyakan orang, situs sudah terasosiasi dengan .com. Apapun nama organisasinya, kemungkinan besar situsnya akan berupa NamaOrganisasi.com. Domain .com juga sangat mudah diperoleh. Anda tinggal pesan dan membayarnya, sesederhana itu.

Perlu diketahui bahwa domain .com sering kali diasosiasikan dengan bidang komersial. Bagi sebagian kecil kalangan, akan lebih baik jika menggunakan domain spesifik selain .com. Misalnya, .org bagi organisasi non profit seperti Wikipedia.

Domain lokal --seperti .id untuk Indonesia-- akan berguna bagi mereka yang perlu terasosiasi dengan lokasi, misalnya sekolah atau lembaga pemerintah. Pembuatan domain lokal lebih sulit karena mengharuskan Anda untuk menyediakan dokumen-dokumen semacam KTP, Akte Notaris, atau Surat Izin Usaha. Sisi positifnya, situs dengan domain lokal memiliki reputasi lebih karena telah melalui proses verifikasi.

2. Mudah Diingat


Nama situs sebaiknya mudah diingat. Perlu diketahui bahwa mudah diingat tidak berarti harus singkat. Misalnya, penjual buku komputer lebih baik memilih nama domain jualbukukomputer.com dibandingkan jualbukukomp.com.

Jika memang menarik, domain sangat panjang bisa saja Anda digunakan. Kalaupun pengunjung lupa dan salah menuliskannya, secara otomatis browser akan memberi saran melalui situs pencari. Contoh yang bagus adalah trololololololololololo.com.

Anda bisa juga melakukan domain hack, yaitu mengkombinasikan nama domain untuk menghasilkan nama yang unik dan mudah. Biasanya teknik ini melibatkan domain lokal dari negara lain. Contoh paling bagus adalah del.icio.us --dibaca delicious-- yang menggunakan domain lokal .us dari Amerika. Perlu diketahui juga, domain lokal biasanya berharga jauh lebih mahal daripada domain normal semacam .com atau .net.

3. Tidak Menimbulkan Multi Tafsir


Nama domain seharusnya tidak menimbulkan multi tafsir ketika disebutkan. Kesalahan ini bisa diakibatkan penggunaan angka, kata yang mirip, atau strip (-). Misalnya, domain rumahsembilan.com ketika diucapkan bisa ditafsirkan sebagai rumah9.com, rumahsembilan.com, atau rumahix.com. Ketika menyebutkan DesainDigital.com, saya juga perlu menyebutkan kata desain dengan jelas agar tidak ditafsirkan sebagai designdigital.com. Penggunaan strip (-) sebaiknya dihindari. Penyebutan domain dengan huruf ini akan lebih rumit. Untuk desain-digital.com, Anda harus menyebutkan "desain strip digital dot com".

[hr]

Haruskah Saya Menggunakan Domain Sendiri?


Ini semua kembali ke tujuan Anda sendiri. Jika hanya untuk tujuan personal dan sudah merasa puas dengan menumpang di domain lain --istilahnya subdomain-- maka ini tidak perlu jadi masalah. Tapi, jika domain dirasa penting bagi tujuan Anda --baik itu karir atau usaha-- maka penggunaan domain sendiri sangat disarankan. Domain umum, seperti .com atau .net, harganya tidak mahal, di bawah $10 per tahun.

Sekalipun tidak memiliki situs, domain juga bisa menjadi investasi Anda di masa depan. Misalnya, Anda bisa saja membeli domain menarik dan mudah diingat sejak sekarang. Siapa tahu, mungkin suatu saat Anda bisa menggunakannya untuk blog personal, perusahaan sendiri, atau bisa juga dijual kembali.


[hr]

Kesimpulan


Bagaimana dengan Anda? Sudahkah memiliki domain sendiri ataukah masih nyaman dengan domain gratis?