Pemikiran Sederhana Tentang SEO

Dalam artikel ini, saya akan membahas beberapa prinsip sederhana tentang SEO. Saya menulis ini didorong keprihatinan melihat beberapa praktik buruk para blogger atas nama SEO. Di kalangan desainer, SEO merupakan topik yang kontroversial. Kebanyakan desainer berfikir skeptis tentang SEO, Anda akan menemukan hal yang sama di sini.

[hr]

Search Engine Optimization (SEO)


Jadi, apa itu SEO? Wikipedia mendefinisikan Search engine optimization (SEO) sebagai proses memperbaiki kemampuan sebuah situs agar dikenali oleh mesin pencari dalam proses pencarian secara "natural" atau tidak berbayar ("organik" atau "algoritmik").  Ketika orang-orang berbicara tentang SEO maka mereka bicara tentang Google. Google hingga saat ini masih memegang pasar terbesar mesin pencari dengan presentasi pasar sekitar 71%. Untuk memahami SEO, maka Anda terlebih dahulu harus mengetahui cara kerja Google.

Apa yang dilakukan Google?


Kita semua tahu google. Pertanyaan berikutnya, apa yang dilakukan Google? Sebagai sebuah mesin pencari, setiap saat Google membaca isi semua situs yang ada lalu membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang sebelumnya dia baca. Google akan merangking semua situs berdasarkan kualitasnya, situs terbaik akan mendapat kehormatan muncul di halaman depan hasil pencarian.

Tidak ada seorang pun mengetahui metode yang digunakan Google dalam proses meranking situs. Metode ini dirahasiakan untuk menghindari orang jahat yang ingin mengacaukan hasil pencarian Google, hanya orang dalam yang tahu. Metode ini pun selalu berubah dan berevolusi. Ini dilakukan untuk terus memperbaiki akurasi hasil pencarian Google. Google hanya memberikan beberapa tips SEO secara garis besar di Web Master Central Blog.

SEO Expert?


Karena Google tidak membeberkan algoritmanya, maka tidak ada seorang yang benar-benar tahu cara kerja Google. Jadi, adakah SEO expert? Menurut saya tidak ada. Bagaimana bisa mereka mengklaim ahli tentang Google sementara cara kerjanya pun tidak tahu!

Memahami Google




Telah saya katakan di atas bahwa Google mendatangi setiap situs, membaca isinya, menuliskan ke database, lalu membandingkan dengan situs lain. Coba pikirkan! Bukankah ini sama dengan perilaku pengunjung biasa? Pengunjung mengunjungi sebuah situs, membaca isinya, lalu membandingkan dengan situs lain. Jika situs ini menarik tentu mereka akan mengingatnya dan berkunjung kembali. Jadi, anggaplah Google sebagai versi mesin dari para pengunjung situs Anda.

Untuk menjaga agar hasil pencariannya tetap relevan, cara kerja Google haruslah meniru logika pengunjung biasa (manusia). Misalnya ada dua situs tutorial Photoshop, Psdtuts+ dan DesainDigital. DesainDigital muncul dalam blogroll 50 situs, sementara Psdtuts+ hanya muncul di blogroll 20 situs. Tentu saja pengunjung akan berkesimpulan bahwa DesainDigital lebih berkualitas dari Psdtuts+. Fakta lebih lanjut ternyata menunjukkan bahwa 50 situs yang menuliskan DesainDigital di blogroll-nya sama sekali bukan situs tutorial Photoshop. Sementara itu, Psdtuts+ muncul di blogroll 20 situs tutorial Photoshop. Fakta baru ini akan menyimpulkan bahwa Psdtuts+ lebih berkualitas karena diakui oleh situs yang kompeten dalam bidangnya, tutorial Photoshop. Dari sini, kita bisa memperkirakan bahwa backlink dari situs bertema sama akan lebih disukai Google daripada backlink dari situs yang berbeda. Anda bisa membaca keterangan resmi tentang backlink berkualitas di sini. Baca kutipan contoh perhitungan link di bawah.

Let's say I have a site, example.com, that offers users a variety of unique website templates and design tips. One of the strongest ranking factors is my site's content. Additionally, perhaps my site is also linked from three sources -- however, one inbound link is from a spammy site. As far as Google is concerned, we want only the two quality inbound links to contribute to the PageRank signal in our ranking.

Contoh lain, kecepatan situs. Di April 2010 Google mengumumkan bahwa kecepatan situs masuk dalam pertimbangan rangking situs. Baca kutipannya di bawah.
Speeding up websites is important — not just to site owners, but to all Internet users. Faster sites create happy users and we've seen in our internal studies that when a site responds slowly, visitors spend less time there. But faster sites don't just improve user experience; recent data shows that improving site speed also reduces operating costs. Like us, our users place a lot of value in speed — that's why we've decided to take site speed into account in our search rankings. We use a variety of sources to determine the speed of a site relative to other sites.

Di atas jelas sekali bahwa Google memasukkan faktor kecepatan karena berdasarkan data, pengguna menganggapnya penting. Maukah Anda bertahan menunggu  satu menit hingga seluruh isi situs muncul?

Jadi, apa yang harus kita lakukan?


Setelah menyadari bahwa Google berfikir sama seperti pengunjung lainnya, maka yang harus kita lakukan adalah mulai menulis untuk pengunjung. Menulislah untuk pengunjung (manusia), bukan robot! Jangan membombardir isi tulisan dengan link internal. Tidak perlu menebalkan setiap keyword. Tidak perlu memaksakan harus menulis keyword di paragraf pertama artikel. Menulislah seperti manusia normal.

Hentikan berburu backlink sebanyak-banyaknya. Jangan mengemis untuk bertukar link, apalagi membeli link. Ini buruk untuk reputasi situs Anda. Bahkan Google sendiri menyebutnya cara terburuk untuk memperoleh link dan sama sekali tidak berguna.

It's important to clarify that any legitimate link building strategy is a long-term effort. There are those who advocate for short-lived, often spammy methods, but these are not advisable if you care for your site's reputation. Buying PageRank-passing links or randomly exchanging links are the worst ways of attempting to gather links and they're likely to have no positive impact on your site's performance over time. If your site's visibility in the Google index is important to you it's best to avoid them.


Jangan menambahkan keyword sex, porno, miyabi, atau Ariel Peterporn ke dalam artikel Anda. Jangan menganggap Google bodoh. Sekilas kita bisa mengenali bila sebuah situs tidak sesuai dengan keyword yang kita cari, begitu juga Google.

[hr]

Kesimpulan



Jangan mengorbankan kualitas situs Anda. Buatlah artikel-artikel berkualitas. Berpikirlah jangka panjang. Jangan mengharapkan kepopuleran secara mendadak. Pikirkan reputasi situs Anda.

Perhatikan web usability, yaitu dengan mempermudah pengunjung agar memperoleh informasi dengan cepat dan efisien. Jangan persulit pengguna dengan hal-hal yang tidak perlu.

Jika reputasi situs Anda baik di mata pengunjung maka Google akan berpikir sama.

[hr]

Referensi




[hr]
Saya sudah lelah dengan kelakuan para ahli SEO. Bagaimana dengan Anda?