<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DesainDigital &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.desaindigital.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.desaindigital.com</link>
	<description>Tutorial Photoshop, Info Desain, Inspirasi Desain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 03:30:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/mendesain-pixel-perfect-dengan-photoshop/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/mendesain-pixel-perfect-dengan-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 06:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pixel perfect]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=4205</guid>
		<description><![CDATA[Dalam desain web atau ikon, hasil akhir akan dilihat dalam pixel sehingga kita harus bisa mengontrol setiap pixel yang digunakan. Masalahnya, Photoshop tidak dirancang untuk desain berbasis pixel tapi lebih condong pada desain cetak yang lebih bergantung pada resolusi. Di artikel ini, saya akan tunjukkan beberapa tips untuk menghasilkan desain <em>pixel perfect </em>dengan Photoshop.
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam desain web atau ikon, hasil akhir akan dilihat dalam pixel sehingga kita harus bisa mengontrol setiap pixel yang digunakan. Masalahnya, Photoshop tidak dirancang untuk desain berbasis pixel tapi lebih condong pada desain cetak yang lebih bergantung pada resolusi. Akibatnya, Photoshop menangani satu pixel dengan cara yang kadang aneh. Di artikel ini, saya akan tunjukkan beberapa tips untuk menghasilkan desain <em>pixel perfect </em>dengan Photoshop.<br />
<div class="woo-sc-hr"></div></p>
<h3>Teknik 1: Menggunakan Dua Jendela</h3>
<p>Teknik pertama adalah dengan melihat file dalam dua ukuran perbesaran. Satu jendela dalam perbesaran 100% untuk melihat hasil akhir dan satu lagi dalam resolusi lebih besar agar bisa bekerja dengan akurat hingga ke pixel terdekat.<br />
Untuk melakukan teknik ini klik View > New Window for [<em>nama_file</em>]. Geser baris judulnya untuk memisahkan jendela file sehingga bisa dilihat bersamaan dengan jendela yang lain. Tekan Ctrl + 1 untuk menampilkan file dalam perbesaran 100%. Teknik ini saya perlihatkan dalam tutorial <a href="http://www.desaindigital.com/mendesain-ikon-twitter-32x32-px-perfect-pixel/">Mendesain Ikon Twitter 32 &times; 32 px.</a></p>
<div class="tutorial_image"><a href="http://www.desaindigital.com/mendesain-ikon-twitter-32x32-px-perfect-pixel/"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2011/04/tutorial-ikon-twitter-pixel-perfect/tutorial-ikon-twitter-pixel-perfect-01.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" /></a>
</div>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Teknik 2: Snap to Pixels</h3>
<p>Anda bisa mengaktifkan fitur Snap to Pixels pada tool Rectangle dan Rounded Rectangle. Dengan fitur ini semua shape yang Anda buat akan tepat pada grip pixel sehingga tidak akan ada sisi-sisi buram.</p>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-1.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" />
</div>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-2.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" />
</div>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Teknik 3: Menggunakan Grid 1 px</h3>
<p>Buka Preferences Photoshop (Ctrl + K) lalu di bagian Guides, Grid &amp; Slices isikan Gridline Every: 10 pixels dan Subdivisions: 10. Setting ini akan menghasilkan grid berjarak tepat 1 px. Ubah Style grid ke Dots agar tampilan grid tidak terlalu mengganggu.</p>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-3.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" />
</div>
<p>Pastikan untuk mengaktifkan Snap to Grid agar setiap objek secara otomatis menempel pada grid.</p>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-4.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" />
</div>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-5.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" /><br />
Tampilan shape rounded rectangle dengan grid kanvas 10 px.
</div>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Teknik 4: Menggeser 1 px</h3>
<p>Setiap kali tombol panah ditekan (istilahnya <em>nudging</em>), Photoshop akan menggeser objek sejauh 1 px pada layar. Artinya, dalam perbesaran 200% Photoshop akan menggeser 0,5 px. Untuk mencegah pergeseran yang tidak tepat, lakukan <em>nudging</em> pada hanya pada perbesaran 100%. Untuk mempercepat, Anda bisa membuka jendela baru dengan perbesaran 100% dan mengaktifkannya setiap kali akan melakukan <em>nudging</em>.</p>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2012/01/artikel-desain-pixel-perfect-ps/desain-pixel-perfect-photoshop-6.jpg" alt="Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop" />
</div>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/mendesain-pixel-perfect-dengan-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Saya Menghindari Tawaran Spec Work via Email</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/cara-saya-menghindari-tawaran-spec-work-via-email/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/cara-saya-menghindari-tawaran-spec-work-via-email/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 01:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[spec work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=4051</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu lalu ada tawaran pekerjaan melalui email dari seseorang yang tidak saya kenal sebelumnya. Setelah beberapa email, ternyata tawaran pekerjaan ini mengarah pada <em>Spec Work</em>, yaitu pekerjaan tanpa jaminan pembayaran. Di artikel ini, saya menulis kembali email-email percakapan kami.<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/kontes-desain-buruk-bagi-desainer/' rel='bookmark' title='Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer'>Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/faktor-yang-harus-anda-pertimbangkan-sebelum-menerima-tawaran-blog-tamu/' rel='bookmark' title='Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu'>Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/wordcamp-indonesia-2011-buku-gratis-bagi-yang-mengenali-saya/' rel='bookmark' title='Dua Buku Gratis Bagi Yang Mengenali Saya di WordCamp Indonesia 2011'>Dua Buku Gratis Bagi Yang Mengenali Saya di WordCamp Indonesia 2011</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/cara-menjawab-komentar-negatif-dalam-tutorial/' rel='bookmark' title='Cara Menjawab Komentar Negatif dalam Tutorial'>Cara Menjawab Komentar Negatif dalam Tutorial</a></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu lalu ada tawaran pekerjaan melalui email dari seseorang yang tidak saya kenal sebelumnya. Setelah beberapa email, ternyata tawaran pekerjaan ini mengarah pada <em>Spec Work</em>, yaitu pekerjaan tanpa jaminan pembayaran. Bagi banyak orang, <em>Spec Work</em> jelas-jelas melanggar etika kerja. Namun, di industri desain <em>Spec Work</em> masih terus berkembang.</p>
<div class="woo-sc-box info   ">Saya pernah membahas <em>Spec Work</em> secara detail di artikel &#8220;<a href="http://www.desaindigital.com/kontes-desain-buruk-bagi-desainer/">Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer</a>&#8220;</div>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Percakapan via Email</h3>
<p>Dari dua email pertama, sudah terasa jelas sekali bahwa saya akan menolak tawaran ini. Namun, saya terus meneruskan percakapan ini hingga berakhir. Di artikel ini, saya menulis kembali email-email percakapan kami. Ada beberapa bagian yang diubah untuk melindungi identitas calon klien dan meringkas percakapan.</p>
<div class="woo-sc-box normal   ">
<strong>Calon Klien</strong>:<br />
Dear Jeprie,</p>
<p>Saya seorang pebisnis dari Xxxxx. Melalui internet, saya telah melihat beberapa hasil karya Anda menggunakan Photoshop. Saya butuh bantuan Anda untuk mengembangkan desain produk saya dari sketsa menggunakan Photoshop. Jika tertarik, silakan hubungi saya kembali.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Bisa beri saya detail lebih lengkap tentang bisnis Anda?</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
Saya pengekspor <em>blah-blah-blah&#8230;</em>. Pasar kami adalah <em>blah-blah-blah&#8230;</em>.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Jadi, apa yang harus saya lakukan?</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
Saya akan mengirim Anda beberapa gambar dan sketsa untuk kemudian Anda gambar kembali di Photoshop. Jadi, apakah Anda bisa melakukannya?</p>
<p>*File gambar dan sketsa terlampir dalam email.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Ya, saya bisa melakukannya. Untuk referensi, Anda bisa melihat beberapa gambar saya yang lain di  <a href="http://vandelaypremier.com/author/mjeprie/">http://vandelaypremier.com/author/mjeprie/</a> dan <a href="http://vandelaypremier.com/author/mohammadj/">http://vandelaypremier.com/author/mohammadj/</a>.</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
OK. Bagus sekali!<br />
Ayo kita coba satu dulu. Tolong gambar salah satu file yang telah dikirim di Photoshop agar saya bisa melihat hasilnya.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Anda telah melihat portfolio saya di <a href="http://www.behance.net/mjeprie">Behance</a> dan <a href="http://vandelaypremier.com/author/mjeprie/">VandelayPremier</a>. Seperti semua karya saya yang lain, saya akan menggambarnya dengan sangat detail.</p>
<p>Untuk setiap gambar, saya memasang harga US$ XXX. Saya memiliki peraturan standar bagi setiap klien. Sebelum memulai projek, Anda harus menyerahkan 50% dari harga projek ke rekening PayPal saya.</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
Saya bisa memberi Anda pembayaran di muka 50%, tidak masalah. Tapi, setidaknya Anda harus mengirimkan satu gambar terlebih dahulu untuk kemudian saya setujui. Bukankah begitu? Tentu saja saya harus mengetahui kemampuan Anda dalam menangani projek ini.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Maaf, ini adalah prosedur saya terhadap setiap klien. Anda telah melihat portfolio saya. Dari sana, Anda sudah bisa mengukur kemampuan saya.</p>
<p>Saya tidak berminat untuk bekerja gratis atau tanpa jaminan akan dibayar.</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
Saya tidak meminta Anda untuk bekerja gratis. Hanya saja, saya tidak yakin Anda bisa mengerjakan projek ini sesuai harapan. Bagaimana mungkin saya membayar tanpa mengetahui kemampuan Anda? Ada banyak pengguna Photoshop yang hasil karyanya lebih bagus dari Anda.</p>
<p>Saya heran bagaimana mungkin Anda bisa bekerja tanpa memberikan contoh terlebih dahulu pada klien. Saya juga tidak yakin ada orang yang mau membayar di muka tanpa ada contoh sebelumnya!</p>
<p>1 USD = 8.575,00 IDR. Ini berarti Anda mematok harga X.XXX.XXX IDR untuk satu gambar?</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Tentu saja, tidak masalah bagi saya. Saya menyarankan Anda untuk bekerja dengan desainer manapun yang dianggap cocok. Pembayaran di muka 50% adalah standar kerja saya yang berlaku bagi semua klien. Saya tahu bahwa banyak desainer lain berprinsip sama.</p>
<p>Anda menilai seorang desainer dari portfolio-nya, bukan dari <strong>contoh yang dibuatnya khusus untukmu</strong>. Apa yang Anda minta di sini &#8211;contoh tanpa jaminan pembayaran&#8211; dianggap sebagai <a href="http://www.no-spec.com/"><em>spec work</em></a> dan <a href="http://www.davidairey.com/spec-work-in-graphic-design/">banyak desainer yang tidak menyukainya</a>.</p>
<p><strong>Calon Klien</strong>:<br />
Senang bertemu denganmu, Jeprie.</p>
<p>Terima kasih atas waktunya.</p>
<p><strong>Jeprie</strong>:<br />
Tentu saja, tidak masalah.</p>
</div>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kenapa Termasuk Spec Work?</h3>
<p>Ada beberapa kondisi yang membuat tawaran ini tergolong <em>Spec Work</em>:</p>
<ol>
<li>Identitas calon klien tidak jelas.</li>
<li>Permintaan contoh untuk kemudian dievaluasi.</li>
</ol>
<h4>Pentingnya Identitas Calon Klien</h4>
<p>Identitas calon klien bagi saya adalah faktor utama dalam menerima tawaran kerja. Saya lebih suka bekerja untuk klien yang sudah dikenal bereputasi baik walaupun dengan bayaran lebih kecil. Reputasi mereka sudah cukup untuk menjamin kepastian projek. Selain itu, bekerja bagi mereka akan mengangkat reputasi kita. Seandainya ada hal-hal buruk &#8211;misalnya klien tidak membayar atau kabur&#8211; kita tinggal membeberkannya habis-habisan di situs.</p>
<h4>Perlukah Meminta Contoh?</h4>
<p>Ini sering menjadi alasan bagi calon klien untuk meragukan desainer. Sesungguhnya, di sinilah peran portfolio. Portfolio adalah ajang untuk menunjukkan kemampuan desainer. Melalui portfolio-lah, calon klien mengukur skill desainer. Jika portfolio-nya buruk, maka desainer itu buruk dan tidak perlu dipekerjakan. Cukup sesederhana itu!</p>
<p>Bagi saya, meminta contoh desain untuk kemudian dievaluasi kualitasnya adalah sikap yang merendahkan. Ingat bahwa di sini tidak ada jaminan desainer akan dibayar. Bayaran akan diberikan jika hasilnya dirasa memuaskan. Jika memang belum yakin dengan kualitas desainer, calon klien sebaiknya mencoba dengan satu projek kecil namun tetap membayarnya. Ini menunjukkan bentuk penghargaan terhadap waktu dan usaha yang dilakukan sang desainer.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Menghindari Spec Work</h3>
<p>Seandainya pekerjaan ini diterima, saya yakin akan ada banyak masalah yang terjadi di kemudian hari. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari jebakan <em>Spec Work</em> semacam ini.</p>
<h4>Tegas Berbicara Harga</h4>
<p>Sudah menjadi budaya kita untuk tidak terang-terangan ketika berbicara tentang uang. Namun, dalam proses kerja yang beresiko seperti mendesain di internet Anda dituntut untuk tegas. Jangan ragu untuk menyebutkan bayaran standar Anda. Semakin cepat Anda melakukannya, semakin cepat klien tidak serius yang mundur dan semakin sedikit waktu yang terbuang.</p>
<h4>Kebijakan Pembayaran di Muka</h4>
<p>Meminta deposit pembayaran di muka penting untuk menunjukkan keseriusan klien. Cara ini dapat secara efektif menghindarkan skenario buruk seperti klien menghilang setelah memperoleh file atau pembatalan di tengah-tengah projek.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Bagi desainer, mendesain adalah pekerjaan. Bukan sekadar hobi atau hiburan. Jadi, selayaknya seorang desainer menganggap serius proses mendesain termasuk ketika bertransaksi dengan calon klien. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Pernahkah terjebak atau hampir terjebak oleh calon klien?</p>
<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/kontes-desain-buruk-bagi-desainer/' rel='bookmark' title='Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer'>Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/faktor-yang-harus-anda-pertimbangkan-sebelum-menerima-tawaran-blog-tamu/' rel='bookmark' title='Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu'>Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/wordcamp-indonesia-2011-buku-gratis-bagi-yang-mengenali-saya/' rel='bookmark' title='Dua Buku Gratis Bagi Yang Mengenali Saya di WordCamp Indonesia 2011'>Dua Buku Gratis Bagi Yang Mengenali Saya di WordCamp Indonesia 2011</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/cara-menjawab-komentar-negatif-dalam-tutorial/' rel='bookmark' title='Cara Menjawab Komentar Negatif dalam Tutorial'>Cara Menjawab Komentar Negatif dalam Tutorial</a></li>
</ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/cara-saya-menghindari-tawaran-spec-work-via-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/7-tips-bekerja-dengan-cepat-dan-efektif/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/7-tips-bekerja-dengan-cepat-dan-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 02:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Windyasari Septriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=3937</guid>
		<description><![CDATA[Berurusan dengan klien tidak pernah mudah. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah minimnya input dari klien. Kondisi semacam ini bisa terjadi karena klien terlalu sibuk atau malah tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap proses desain. Di artikel ini, saya akan berbagi tips cara bekerja cepat dengan kondisi sesulit ini.<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-agar-bisa-menonjol-di-komunitas-desain/' rel='bookmark' title='6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain'>6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/tips-menghadapi-acara-offline/' rel='bookmark' title='Tips Menghadapi Acara Offline'>Tips Menghadapi Acara Offline</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/keuntungan-menggunakan-domain-sendiri-dan-tips-memilihnya/' rel='bookmark' title='Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya'>Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/cara-cepat-membuat-tekstur-kulit-realistis/' rel='bookmark' title='Cara Cepat Membuat Tekstur Kulit Realistis'>Cara Cepat Membuat Tekstur Kulit Realistis</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/' rel='bookmark' title='6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak'>6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak</a></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berurusan dengan klien tidak pernah mudah. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah minimnya input dari klien. Kondisi semacam ini bisa terjadi karena klien terlalu sibuk atau malah tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap proses desain. Tentu sulit sekali bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi semacam ini. Di artikel ini, saya akan berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi cara bekerja cepat dengan kondisi sesulit ini. Apa saja tahap yang perlu dilakukan agar bisa bekerja dengan cepat tapi tetap efektif dan terstruktur?</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>1. Perhatikan Jenis Perusahaan Klien</h3>
<p>Langkah pertama adalah memahami terlebih dahulu jenis perusahaan klien. Apakah restoran, pakaian/tekstil, pendidikan, atau bank? Siapa targetnya? Seperti apa logonya? Lihatlah warna dan tipe logonya. Apakah logonya formal, gaul, lucu, atau elegan? Kenali juga siapa saja kompetitornya. Saya rasa semua desainer mengetahui tahap ini. Tapi, sering kali tahap awal yang dilakukannya jauh di luar rencana ideal. Misal, memikirkan letak kantor, memperkirakan gaji karyawan klien, menebak produk terbaru yang dikeluarkan klien, atau malah langsung mencari inspirasi. Intinya, kita harus fokus mengenali garis besar perusahaan dan menjauhkan diri dari detail-detail yang tidak penting.</p>
<h3>2. Tentukan Warna dan tema</h3>
<p>Setelah memahami jenis perusahaan klien, desainer seharusnya mampu mengenali warna dan tema yang cocok dengan klien dan targetnya. Setiap bidang pekerjaan biasanya memiliki warna khas. Misalnya, warna restoran pada umumnya merah, oranye, kuning, cokelat, atau hijau. Jarang sekali restoran menggunakan warna biru, emas, atau pink. Untuk mempermudah proses, lihat saja warna logonya &#8211;jika sudah ada&#8211; atau sesuaikan dengan tema yang diangkat klien.</p>
<h3>3. Mencari inspirasi dengan cepat</h3>
<p>Setelah memperoleh warna dan tema, saatnya untuk mencari inspirasi. Mencari inspirasi dari buku atau internet tidak membutuhkan waktu lama. Berikut adalah dua cara memperoleh inspirasi.</p>
<h4>Keyword Search</h4>
<p>Saya menyarankan Anda untuk mencari inspirasi dari informasi ‘warna, tema, jenis klien, trend’ yang kita dapat dari langkah nomor 2. Misalnya, untuk inspirasi brosur, interface website, poster, atau advertising sebaiknya kita mencari di blog khusus inspirasi desain atau kreatif. Untuk memastikan hasil pencarian gunakan keywords ‘Inspirational’ atau ‘Best’. Jangan mencari inspirasi gambar di <a href="http://image.google.com">google image</a>, sering kali hasilnya terlalu beragam sehingga tidak sesuai dengan harapan kita.</p>
<h4>Menyerap inspirasi</h4>
<p>Di internet, ada banyak artikel berisi daftar contoh-contoh desain tema tertentu, misalnya “30 Inspirational best car website design”. Menghadapi daftar semacam ini sebaiknya cukup dengan membaca cepat. Tidak perlu lama-lama menatap, scroll layar komputer secara cepat dan bolak-balik. Di saat yang sama, resapi warna, style, tema, efek-efek desain, dan tekstur yang digunakan. Untuk menghindari masuknya inspirasi di luar tema, usahakan hanya melihat artikel yang berhubungan dengan proyek kita.</p>
<p>Untuk membuktikan efektifitas tips ini, saya juga mengaplikasikannya saat membuat lagu secara cepat. Caranya dengan mendengarkan beberapa lagu yang sewarna atau sealbum tapi tidak perlu didengar satu per satu secara penuh. Berpindah dengan cepat dari satu lagu ke lagu yang lain, bolak-balik sambil menyerap yang kita butuhkan saja. Hasilnya tetap berbeda, bukan meniru.</p>
<h3>4. Gunakan Resources Desain Gratis atau Buatan Sendiri</h3>
<p>Di sinilah gunanya freebies. Namun, pastikan kita sudah membaca aturan dari si pembuat freebies tersebut. Biasanya freebies ini hanya berperan sebagai elemen atau bagian dari desain dan bukan desain secara keseluruhan. Jadi, secara umum, konsep, ide, dan desain tetap karya kita.</p>
<p>Namun perlu diingat bahwa penggunaan resource desain seperti ini tetap perlu dibatasi. Ada beberapa pekerjaan desain yang memang harus unik dan tidak mungkin menggunakan resource desain jadi. Misalnya ketika saya diminta membuat icon aplikasi Blackberry, tentu saja itu harus murni buatan sendiri.</p>
<h3>5. Pastikan Kondisi Badan Nyaman dan Fit</h3>
<p>Ini adalah faktor penting yang sering kali disepelekan. Untuk bisa bekerja dengan cepat, kondisi badan harus fit. Pastikan perut Anda tidak kosong. Kopi, teh, atau cemilan lainnya akan membantu meningkatkan produktivitas kerja. Asupan energi ini juga membantu pikiran kita untuk lebih fokus pada pekerjaan.</p>
<h3>6. Gunakan Shortcut Keyboard</h3>
<p>Biasanya para desainer pemula belum terbiasa dengan shortcut keyboard. Padahal, ini sangat membantu dalam mempercepat proses kerja. Informasi shortcut keyboard biasanya dapat ditemukan di manual program yang Anda gunakan. Awalnya akan terasa sulit, namun setelah terbiasa tubuh Anda akan mengingatnya begitu saja.</p>
<h3>7. Cek Ulang Hasil Pekerjaan</h3>
<p>Setelah selesai pastikan untuk selalu mengecek ulang pekerjaan Anda. Jika hal ini dilewatkan bisa jadi malah sebaliknya, membuang waktu Anda.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<div class="woo-sc-box note   ">Dalam artikel ini, tahap sketsa tidak saya cantumkan karena kita tidak membahas tahap detail pengerjaan proyek melainkan cara cepat bekerja. Sketsa bisa saja sudah termasuk di dalamnya.</div>
<p>Mereka yang masih kuliah dan belum pernah mengerjakan proyek profesional mungkin akan kaget menghadapi kondisi di dunia kerja. Apa mungkin membuat logo dalam satu hari atau 3 jam? Di perkuliahan, kita memiliki banyak waktu untuk melakukan riset secara mendalam, wawancara, mencari literatur, dan asistensi puluhan kali. <em>Well, welcome to the real world.</em> <img src='http://www.desaindigital.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Dunia kerja tidak akan sesempurna tahap-tahap pendidikan formal. Namun, jika sudah mengerti setidaknya kita bisa menyaring dan meminimalkan kesalahan.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-agar-bisa-menonjol-di-komunitas-desain/' rel='bookmark' title='6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain'>6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/tips-menghadapi-acara-offline/' rel='bookmark' title='Tips Menghadapi Acara Offline'>Tips Menghadapi Acara Offline</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/keuntungan-menggunakan-domain-sendiri-dan-tips-memilihnya/' rel='bookmark' title='Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya'>Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/cara-cepat-membuat-tekstur-kulit-realistis/' rel='bookmark' title='Cara Cepat Membuat Tekstur Kulit Realistis'>Cara Cepat Membuat Tekstur Kulit Realistis</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/' rel='bookmark' title='6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak'>6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak</a></li>
</ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/7-tips-bekerja-dengan-cepat-dan-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membahas Pencurian Konten Blog</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/membahas-pencurian-konten-blog/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/membahas-pencurian-konten-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 03:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=3772</guid>
		<description><![CDATA[Seperti pekerjaan lainnya, blogging membutuhkan waktu dan energi. Tidak mudah memang. Mungkin itu sebabnya ada beberapa pemilik blog yang memilih mengambil cara mudah, menyalin (<em>copy paste</em>) tulisan blogger lain.<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/inilah-yang-terjadi-ketika-konten-dicuri/' rel='bookmark' title='Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri'>Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/faktor-yang-harus-anda-pertimbangkan-sebelum-menerima-tawaran-blog-tamu/' rel='bookmark' title='Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu'>Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/5-langkah-meningkatkan-kemampuan-menulis-anda/' rel='bookmark' title='5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda'>5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/launching-blog-personal/' rel='bookmark' title='Launching Blog Personal'>Launching Blog Personal</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/persiapan-dalam-menghadapi-penulis-tamu/' rel='bookmark' title='Persiapan Dalam Menghadapi Penulis Tamu'>Persiapan Dalam Menghadapi Penulis Tamu</a></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti pekerjaan lainnya, blogging membutuhkan waktu dan energi. Anda perlu mencari berbagai referensi, menyatukannya dengan pendapat pribadi, kemudian merangkainya ke dalam kata-kata dengan susunan yang logis. Tidak mudah memang. Mungkin itu sebabnya ada beberapa pemilik blog &#8211;saya tidak akan menyebutnya blogger&#8211; yang memilih mengambil cara mudah, menyalin (<em>copy paste</em>) tulisan blogger lain.</p>
<p>Menyalin memang mudah, Ctrl + A, Ctrl + C, lalu Ctrl + V. Selesai! Anda memperoleh tulisan berkualitas tanpa perlu menghabiskan waktu sama sekali. Tentu saja, ini melanggar asas dasar dari proses pembuatan sebuah karya. Tidak perlu diragukan bahwa menyalin adalah tindakan buruk yang harus dihindari siapa pun, terutama bagi mereka yang mengklaim sebagai penulis atau blogger. Wajar saja jika kita lebih suka menyebutnya pencurian kontent.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kerugian Mencuri Posting Blog</h3>
<p>Beberapa bulan lalu, saya bertemu seorang fotografer. Konsep fotografinya unik. Di blognya saya juga menemukan karya-karya yang menarik. Saya bahkan berminat untuk menampilkannya di Desaindigital. Satu hal yang menyebalkan, ada posting salinan dari situs desain <a href="http://webdesignerdepot.com">Webdesignerdepot</a>. Bagaimana mungkin Desaindigital menampilkan karya seseorang yang tidak menghargai karya orang lain? Jangan heran jika ada blogger lain yang akan berpikir sama. Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.</p>
<blockquote><p>Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.</p></blockquote>
<div class="woo-image thumbnail alignright"><img src="http://www.desaindigital.com/wp-content/uploads/2011/05/artikel-pencurian-konten/thumbnail.jpg"></div>
<p>Mencuri posting blog berarti Anda tidak menghargai penulis dan proses penulisannya. Sebagai ilustrasi, artikel di DesainDigital biasanya membutuhkan waktu 3-4 jam. Pembuatan tutorial lebih lama lagi, paling cepat 5-6 jam. Menyalinnya begitu saja &#8211;tanpa ada kompensasi atau izin&#8211; berarti Anda tidak menghargai waktu, tenaga, dan energi yang dibutuhkan dalam proses penulisannya.</p>
<p>Tindakan seperti ini, jika terus dibiarkan akan membekas ke dalam pikiran Anda. Sedikit demi sedikit Anda akan beranggapan bahwa ini sah-sah saja. Sebagai pelaku, Anda tidak lagi menganggapnya sesuatu yang salah atau memalukan.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kenapa Harus Posting Original?</h3>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2011/05/artikel-pencurian-konten/artikel-pencurian-konten.jpg"><br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/dunechaser/385847284/in/photostream/">Source</a>
</div>
<h4>Belajar Menulis</h4>
<p>Tidak semua orang bisa menulis. Ada beberapa orang yang sama sekali tidak bisa mengungkapkan pemikirannya ke dalam tulisan. Berdasarkan pengalaman saya , skill menulis tidak perlu dipelajari. Untuk bisa menulis, Anda tinggal menulis, lalu menulis, lalu terus menulis. Saya biasa membandingkan menulis dengan berlari. Untuk berlari, Anda tidak perlu membaca buku teori lari atau mempelajari algoritma cara berlari. Teori akan membantu Anda berlari lebih baik, namun intinya tetap praktek berlari. Tanpa itu, semua teori akan sia-sia. Jika terbiasa menyalin tulisan blogger lain, Anda tidak akan pernah menjadi penulis yang baik. Anda hanya akan menjadi penyalin yang baik.</p>
<p>Desaindigital adalah tempat saya belajar menulis. Bagi saya, menulis artikel sangat sulit &#8211;lebih sulit daripada menulis tutorial. Artikel awal di Desaindigital bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu. Namun, setelah beberapa bulan, menulis artikel menjadi semakin mudah. Sekarang, saya bisa menulis artikel dalam 2 atau 3 jam.</p>
<h4>Membantu Anda untuk Memahami Persoalan Rumit</h4>
<p>Ketika menyalin, Anda hanya sekadar memindahkan tulisan. Di sana, hampir tidak ada proses belajar yang terjadi. Dengan menulis sendiri, Anda terpaksa mencari referensi untuk bahan penulisan. Tidak cukup sekadar menemukan informasi, Anda pun harus mengolahnya, memilih yang terbaik, dan menghasilkan argumentasi pribadi. Dalam proses ini, Anda tidak hanya menemukan informasi baru, namun Anda juga memperoleh pemahaman baru.</p>
<p>Proses ini saya alami ketika membahas <a href="http://www.desaindigital.com/kontes-desain-buruk-bagi-desainer/">Spec Work di industri desain</a>. Spec Work adalah fenomena baru yang selalu memicu perdebatan. Dalam proses penulisan artikel ini, saya membaca puluhan argumen baik dari pendukung maupun penolak Spec Work. Akhirnya, saya bisa memahami Spec Work secara lebih dalam, bisa mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya, dan berakhir dengan menolak Spec Work.</p>
<h4>Memaksa Anda untuk Belajar</h4>
<p>Penulis hanya bisa merangkum. Penulis tidak mungkin bisa menulis lebih banyak daripada informasi yang diketahuinya. Itu mustahil. Untuk ilustrasi, kita coba melihat ini dalam bentuk angka. Jika informasi yang diketahui penulis sebesar 100, maka tulisannya tidak mungkin 150. Tulisannya tidak mungkin sama persis 100, karena penulis pasti memfilter informasi yang dimilikinya. Tulisannya paling hanya 80. Yang diperoleh pembaca adalah 80 informasi tadi.</p>
<div class="woo-image thumbnail alignright"><a href="http://www.desaindigital.com/manipulasi-foto-dengan-efek-cahaya-dan-objek-abstrak-3-dimensi/"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2011/04/tutorial-efek-cahaya-objek-3d/thumbnail.jpg"></a></div>
<p>Ketika menulis tutorial <a href="http://www.desaindigital.com/manipulasi-foto-dengan-efek-cahaya-dan-objek-abstrak-3-dimensi/">Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi</a>, saya sama sekali tidak pernah membuat karya bertema permainan efek cahaya. Ketika itu, saya terlebih dahulu mempelajari teknik manipulasi efek cahaya dari kurang lebih 10 tutorial. Saya juga perlu mencari stock foto yang cocok untuk projek ini. Saya juga membuka arsip lama seniman dengan teknik efek cahaya mengagumkan seperti <a href="http://area105.com/">Tony Ariawan</a> dan <a href="http://svpermchine.deviantart.com/">Svprmachine</a>. Dalam proses pengerjaannya, saya juga mencoba beberapa teknik seleksi. Melalui tutorial ini, saya belajar banyak teknik baru. Bandingkan dengan pembaca tutorial yang hanya belajar beberapa teknik yang bisa jadi tidak akan berguna jika menggunakan stock foto yang berbeda. Pembaca tidak mengalami proses pencarian panjang yang dilakukan penulis.</p>
<p>Ketika menyalin, Anda jelas tidak menulis, Anda juga belum tentu membaca. Jadi, apa yang bisa Anda pelajari?</p>
<h4>Menghasilkan Blog Yang Unik</h4>
<p>Semua blog ingin unik dan berbeda dari yang lain. Blog berkualitas mampu memberikan sesuatu yang tidak ada di tempat lain. Itulah alasan utama pengunjung Anda datang. Jika blog Anda hanya sekadar salinan blog lain, maka praktis tidak ada alasan untuk datang. Tentu saja lebih masuk akal untuk datang ke blog pemilik tulisan asli. Artikel asli akan selalu diperbarui oleh pemiliknya. Komentar yang Anda berikan juga dijawab langsung oleh penulisnya.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Solusi Mudah Menulis Posting Berkualitas?</h3>
<p>Jadi, bagaimana caranya jika kita tidak memiliki banyak waktu namun ingin menghasilkan posting berkualitas? Menulis jelas membutuhkan banyak waktu. Mencari referensi mungkin tidak akan cukup satu atau dua jam. Belajar teknik baru mungkin tidak cukup hanya dari dua atau tiga tutorial saja.</p>
<p>Tidak ada dan tidak akan pernah ada cara mudah untuk membuat tulisan berkualitas. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk menulis, berarti Anda tidak menganggap menulis sebagai sesuatu yang serius. Berhenti saja, cari pekerjaan atau hobi lain yang memang Anda anggap menarik.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Kita sangat diuntungkan dengan keberadaan internet dan isinya yang beragam. Saat ini, kita bisa memperoleh banyak ilmu dengan gratis. Tidak perlu pendaftaran atau uang muka. Kita tinggal membaca dan mempraktekkannya. Jangan merusak kultur yang sudah baik ini hanya demi recehan dari iklan PPC. Biasakan diri Anda untuk menghargai karya orang lain.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/inilah-yang-terjadi-ketika-konten-dicuri/' rel='bookmark' title='Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri'>Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/faktor-yang-harus-anda-pertimbangkan-sebelum-menerima-tawaran-blog-tamu/' rel='bookmark' title='Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu'>Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/5-langkah-meningkatkan-kemampuan-menulis-anda/' rel='bookmark' title='5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda'>5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/launching-blog-personal/' rel='bookmark' title='Launching Blog Personal'>Launching Blog Personal</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/persiapan-dalam-menghadapi-penulis-tamu/' rel='bookmark' title='Persiapan Dalam Menghadapi Penulis Tamu'>Persiapan Dalam Menghadapi Penulis Tamu</a></li>
</ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/membahas-pencurian-konten-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Editing Gambar dari Teleskop Hubble di Photoshop</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/proses-editing-gambar-dari-teleskop-hubble-di-photoshop/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/proses-editing-gambar-dari-teleskop-hubble-di-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 02:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=3607</guid>
		<description><![CDATA[Gambar dari satelit Hubble menangkap semua gelombang cahaya, baik yang bisa atau tidak bisa dilihat manusia. Semua gambar ditransformasi, digabungkan, diberi warna, lalu diperbaiki dengan membuang dead pixel (pixel rusak) atau noise di Photoshop. Keseluruhan proses editing di Photoshop memerlukan waktu kurang lebih 10 jam.<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/menangkan-buku-panduan-lengkap-desain-web-dari-photoshop-hingga-html/' rel='bookmark' title='Menangkan Buku &#8220;Panduan Lengkap Desain Web dari Photoshop hingga HTML&#8221;'>Menangkan Buku &#8220;Panduan Lengkap Desain Web dari Photoshop hingga HTML&#8221;</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membuat-gambar-sketsa-dari-foto/' rel='bookmark' title='Membuat Gambar Sketsa dari Foto'>Membuat Gambar Sketsa dari Foto</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/gambar-tangan-dan-manipulasi-foto-dari-maruciel/' rel='bookmark' title='Gambar Tangan dan Manipulasi Foto dari Maruciel'>Gambar Tangan dan Manipulasi Foto dari Maruciel</a></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar dari satelit Hubble tidak berwarna. File yang dihasilkannya berformat RAW yang menangkap semua gelombang cahaya, baik yang bisa atau tidak bisa dilihat manusia. Semua gambar ditransformasi, digabungkan, diberi warna, lalu diperbaiki dengan membuang dead pixel (pixel rusak) atau noise di Photoshop. Keseluruhan proses editing di Photoshop memerlukan waktu kurang lebih 10 jam. Video di bawah memperlihatkan secara cepat proses editing gambar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/NGC_3982">galaksi spiral NGC 3982</a> yang berjarak 68 juta tahun cahaya dari bumi.</p>
<div class="tutorial_image"><iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/p5c1XoL1KFs?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="tutorial_image"><img src="http://desaindigital.com/wp-content/uploads/2011/05/artikel-teleskop-hubble/ngc3982.jpg" alt="Galaksi NGC 3982" /><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/NGC_3982">Galaksi Spiral NGC 3982</a>
</div>
<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/menangkan-buku-panduan-lengkap-desain-web-dari-photoshop-hingga-html/' rel='bookmark' title='Menangkan Buku &#8220;Panduan Lengkap Desain Web dari Photoshop hingga HTML&#8221;'>Menangkan Buku &#8220;Panduan Lengkap Desain Web dari Photoshop hingga HTML&#8221;</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membuat-gambar-sketsa-dari-foto/' rel='bookmark' title='Membuat Gambar Sketsa dari Foto'>Membuat Gambar Sketsa dari Foto</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/gambar-tangan-dan-manipulasi-foto-dari-maruciel/' rel='bookmark' title='Gambar Tangan dan Manipulasi Foto dari Maruciel'>Gambar Tangan dan Manipulasi Foto dari Maruciel</a></li>
</ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/proses-editing-gambar-dari-teleskop-hubble-di-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya</title>
		<link>http://www.desaindigital.com/keuntungan-menggunakan-domain-sendiri-dan-tips-memilihnya/</link>
		<comments>http://www.desaindigital.com/keuntungan-menggunakan-domain-sendiri-dan-tips-memilihnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 07:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desaindigital.com/?p=3691</guid>
		<description><![CDATA[Domain adalah nama unik yang membedakan sebuah situs dengan situs lain. Ada banyak situs yang menawarkan domain gratis. Namun, nama yang dihasilkan akan membuat situs Anda terlihat menumpang. Sebaliknya, domain berbayar akan membuat situs Anda unik dan terlihat professional.<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membandingkan-theme-gratis-premium-dan-buatan-sendiri-custom/' rel='bookmark' title='Membandingkan Theme Gratis, Premium, dan Buatan Sendiri (Custom)'>Membandingkan Theme Gratis, Premium, dan Buatan Sendiri (Custom)</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/7-tips-bekerja-dengan-cepat-dan-efektif/' rel='bookmark' title='7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif'>7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membuat-poster-bertema-objek-geometris-menggunakan-photoshop-dan-illustrator/' rel='bookmark' title='Membuat Poster Bertema Objek Geometris Menggunakan Photoshop dan Illustrator'>Membuat Poster Bertema Objek Geometris Menggunakan Photoshop dan Illustrator</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/tips-menghadapi-acara-offline/' rel='bookmark' title='Tips Menghadapi Acara Offline'>Tips Menghadapi Acara Offline</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/' rel='bookmark' title='6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak'>6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak</a></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Domain adalah nama unik yang membedakan sebuah situs dengan situs lain. Ada banyak situs yang menawarkan domain gratis, seperti wordpress atau blogspot. Namun, nama yang dihasilkan &#8211;namasitus.wordpress.com&#8211; akan membuat situs Anda terlihat menumpang. Sebaliknya, domain berbayar akan membuat situs Anda unik dan terlihat professional.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri</h3>
<h4>1. Professionalisme</h4>
<p>Domain sendiri adalah langkah pertama untuk menunjukkan keseriusan Anda eksis di internet. Domain gratis seperti xxx.wordpress.com lebih cocok untuk penggunaan personal atau belajar. Untuk menunjukkan keseriusan, apalagi terkait dengan uang dan professionalisme kerja, domain sendiri adalah sebuah keharusan.</p>
<h4>2. Email Personal</h4>
<p>Sebagai pemilik domain, Anda juga akan memiliki kebebasan untuk membuat email khusus sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, di buku saya mencantumkan alamat email buku@desaindigital.com. Saya juga memiliki email resmi desaindigital menggunakan nama depan saya sendiri. Alamat seperti ini sulit diperoleh dengan email gratis apalagi jika nama Anda cukup umum, misalnya john@gmail.com.</p>
<p>Email personal juga memastikan identitas Anda. Misalnya, alamat email xxx@desaindigital.com bisa dipastikan berasal dari seseorang yang memiliki kaitan dengan desaindigital.com. Sama halnya, kita juga pasti curiga jika ada informasi PayPal yang berasal dari paypal@yahoo.com. <a href="http://politik.kompasiana.com/2011/05/03/laporan-dialog-antara-perhimpunan-pelajar-indonesia-australia-dengan-komisi-viii-dpr-ri-di-melbourne/">Email gratis seperti komisi8@yahoo.com</a> sangat keterlaluan untuk sebuah institusi professional dan beranggaran besar. Akan lebih meyakinkan jika email yang digunakan adalah komisi8@dpr.go.id.</p>
<h4>3. Bebas</h4>
<p>Sebagai pemilik domain, Anda bebas untuk mempergunakan situs dengan sedikit sekali batasan. Sementara itu, domain gratis biasanya memiliki batasan, salah satunya melarang penggunaan secara komersil. Sekali pelanggaran bisa menyebabkan domain Anda langsung dihapus.</p>
<p>Domain gratis juga sangat bergantung pada kemampuan pemilik domain utama. Jika perusahaannya bangkrut atau memutuskan untuk menutupnya, terpaksa domain Anda pun akan ikut ditutup. Ini sempat terjadi pada layanan gratis blog <a href="http://windowsteamblog.com/windows_live/b/windowslive/archive/2010/09/27/wordpress-com-and-windows-live-partnering-together-and-providing-an-upgrade-for-30-million-windows-live-spaces-customers.aspx">Window Live Spaces dari Microsoft</a>.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Tips Memilih Nama Domain</h3>
<h4>1. Sebisa Mungkin .com</h4>
<p>Secara umum, .com adalah domain yang paling baik. Bagi kebanyakan orang, situs sudah terasosiasi dengan .com. Apapun nama organisasinya, kemungkinan besar situsnya akan berupa NamaOrganisasi.com. Domain .com juga sangat mudah diperoleh. Anda tinggal pesan dan membayarnya, sesederhana itu.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa domain .com sering kali diasosiasikan dengan bidang komersial. Bagi sebagian kecil kalangan, akan lebih baik jika menggunakan domain spesifik selain .com. Misalnya, .org bagi organisasi non profit seperti <a href="http://wikipedia.org">Wikipedia</a>.</p>
<p>Domain lokal &#8211;seperti .id untuk Indonesia&#8211; akan berguna bagi mereka yang perlu terasosiasi dengan lokasi, misalnya sekolah atau lembaga pemerintah. Pembuatan domain lokal lebih sulit karena mengharuskan Anda untuk menyediakan dokumen-dokumen semacam KTP, Akte Notaris, atau Surat Izin Usaha. Sisi positifnya, situs dengan domain lokal memiliki reputasi lebih karena telah melalui proses verifikasi.</p>
<h4>2. Mudah Diingat</h4>
<p>Nama situs sebaiknya mudah diingat. Perlu diketahui bahwa mudah diingat tidak berarti harus singkat. Misalnya, penjual buku komputer lebih baik memilih nama domain jualbukukomputer.com dibandingkan jualbukukomp.com.</p>
<p>Jika memang menarik, domain sangat panjang bisa saja Anda digunakan. Kalaupun pengunjung lupa dan salah menuliskannya, secara otomatis browser akan memberi saran melalui situs pencari. Contoh yang bagus adalah <a href="http://trololololololololololo.com/">trololololololololololo.com</a>.</p>
<p>Anda bisa juga melakukan <em>domain hack</em>, yaitu mengkombinasikan nama domain untuk menghasilkan nama yang unik dan mudah. Biasanya teknik ini melibatkan domain lokal dari negara lain. Contoh paling bagus adalah <a href="http://del.icio.us">del.icio.us</a> &#8211;dibaca <em>delicious</em>&#8211; yang menggunakan domain lokal .us dari Amerika. Perlu diketahui juga, domain lokal biasanya berharga jauh lebih mahal daripada domain normal semacam .com atau .net.</p>
<h4>3. Tidak Menimbulkan Multi Tafsir</h4>
<p>Nama domain seharusnya tidak menimbulkan multi tafsir ketika disebutkan. Kesalahan ini bisa diakibatkan penggunaan angka, kata yang mirip, atau strip (-). Misalnya, domain rumahsembilan.com ketika diucapkan bisa ditafsirkan sebagai rumah9.com, rumahsembilan.com, atau rumahix.com. Ketika menyebutkan DesainDigital.com, saya juga perlu menyebutkan kata <em>desain</em> dengan jelas agar tidak ditafsirkan sebagai designdigital.com. Penggunaan strip (-) sebaiknya dihindari. Penyebutan domain dengan huruf ini akan lebih rumit. Untuk desain-digital.com, Anda harus menyebutkan &#8220;desain strip digital dot com&#8221;.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Haruskah Saya Menggunakan Domain Sendiri?</h3>
<p>Ini semua kembali ke tujuan Anda sendiri. Jika hanya untuk tujuan personal dan sudah merasa puas dengan menumpang di domain lain &#8211;istilahnya subdomain&#8211; maka ini tidak perlu jadi masalah. Tapi, jika domain dirasa penting bagi tujuan Anda &#8211;baik itu karir atau usaha&#8211; maka penggunaan domain sendiri sangat disarankan. Domain umum, seperti .com atau .net, harganya tidak mahal, di bawah $10 per tahun.</p>
<p>Sekalipun tidak memiliki situs, domain juga bisa menjadi investasi Anda di masa depan. Misalnya, Anda bisa saja membeli domain menarik dan mudah diingat sejak sekarang. Siapa tahu, mungkin suatu saat Anda bisa menggunakannya untuk blog personal, perusahaan sendiri, atau bisa juga dijual kembali.</p>
<div class="woo-sc-hr"></div>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Bagaimana dengan Anda? Sudahkah memiliki domain sendiri ataukah masih nyaman dengan domain gratis?</p>
<div class="woo-sc-hr"></div><h3>Related posts:</h3><ul>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membandingkan-theme-gratis-premium-dan-buatan-sendiri-custom/' rel='bookmark' title='Membandingkan Theme Gratis, Premium, dan Buatan Sendiri (Custom)'>Membandingkan Theme Gratis, Premium, dan Buatan Sendiri (Custom)</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/7-tips-bekerja-dengan-cepat-dan-efektif/' rel='bookmark' title='7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif'>7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/membuat-poster-bertema-objek-geometris-menggunakan-photoshop-dan-illustrator/' rel='bookmark' title='Membuat Poster Bertema Objek Geometris Menggunakan Photoshop dan Illustrator'>Membuat Poster Bertema Objek Geometris Menggunakan Photoshop dan Illustrator</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/tips-menghadapi-acara-offline/' rel='bookmark' title='Tips Menghadapi Acara Offline'>Tips Menghadapi Acara Offline</a></li>
<li><a href='http://www.desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/' rel='bookmark' title='6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak'>6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak</a></li>
</ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desaindigital.com/keuntungan-menggunakan-domain-sendiri-dan-tips-memilihnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 1/59 queries in 0.222 seconds using disk: basic
Object Caching 1467/1548 objects using disk: basic

Served from: www.desaindigital.com @ 2012-02-05 14:41:54 -->
